my BloG

met Datang di bloG q yaCH
ini bloG khusus fans film&dorama AsiA
so, bagi yg mO gabung...
silahkaNNN...v(^-^)v

Jumat, 02 Oktober 2020

SWEET BEAN


Gak sengaja nemu nie film di Youtube. Komen-komennya bilang, kalo nie film bagus bgt...

Langsung dech cuuusss download...

Tapi berhubung pemain-pemainnya kek gak dikenal, jadi lumayan lama dari waktu donwload ke waktu aq tonton...

Dan yeah, pas udah q tonton, nie film bener-bener kasih sesuatu bgt buat aq...

Buat sapa pun yang menontonnya...

Pesannya dalem bgt...

Meskipun nie film tipe yang super slowly ya. Tipikal film-film drama Japan en Korea.

Bagi yang gak sukak, tentu bakal merasa boring bgt. Terutama di awal-awal film...

Yuk, langsung qt bahas yak...

Nie film diawali dengan penjual dorayaki di toko kecil, bernama Sentarou, pria berumur sekitar 40an berwajah muram yang tinggal sendirian di apartemennya...

Please, ini apartemen Japan ya. Sejenis kek rumah susun kalo di Indonesia. So, fix, si Sentarou nie bukan orang kaya πŸ˜…

Di tokonya terpajang pengumuman untuk cari pekerja paruh waktu.

En suatu hari, ada nenek-nenek datang mau melamar jadi karyawan paruh waktu di toko dorayakinya.

Hmmmmmm, bukan diskriminasi sih πŸ˜… tapi yeah, moso pekerjakan nenek-nenek??? πŸ˜…

Tentu saja lah si nenek ini ditolaknya πŸ˜…

Sentarou sengaja ngasih nenek nie dorayaki gratis, supaya si nenek pergi.

Si nenek, memang akhirnya pergi...

Tapiiiiii...

Besoknya, si nenek datang lagi.

Ia komen ke Setarou, kalo panekuk dorayakinya enak, tapi selai kacangnya enggak enak...

Trus, si nenek ngasih selai kacang buatannya, untuk Sentarou cicipin...

Awalnya sih, Sentaraou tersinggung. Dia malah langsung buang selai kacang si nenek ke tempat sampah...

Tapi ya dia penasaran juga...

Jadilah dia ambil lagi selai kacangnya, trus dia cicipin...

Daaannn...

Sentarou tidak bisa berhenti makan tu selai kacang si nenek 🀣

Sentarou ketemu salah satu pelanggan di toko dorayakinya, siswi smp bernama Wakana.

En Sentarou cerita, kalo selai kacang si nenek, bikin dia terpukau...

Wakana bilang, pekerjakan aja si nenek buat bikin selai kacangnya...

Yeah, akhirnya Sentarou meminta si nenek untuk jadi karyawan paruh waktunya. Tapi hanya sebatas buat bikin selai kacang. Bukan yang lain-lain...

Jadi si nenek harus sudah pulang saat toko dorayakinya buka. Sekitar jam 11 siang...

Si nenek ruar biasa senang πŸ₯°

Ah ya, nama nenek ini, Tokue. Berumur sekitar 70an tahun...

Ternyata membuat selai kacang nie, super duper gak mudah.

Si nenek Takeo menyuruh Sentarou untuk bangun sebelum matahari nongol.

En selama pembuatan selai kacang, nenek Takeo slalu memperlakukan kacang-kacang merah tu, kek hewan kesayangan getho 🀣

Diajak bicara, disayang...

Wkwkwkwk... Terkesan konyol, tapi yeah, apa bedanya sama qt yang sukak kucing, pasti sukak ajak miaow qt bicara 😚

Padahal, si miaow mah, nyuekin qt aja atuh... 🀣

Tapi begitulah kata si nenek Takeo...

Sesuatu yang disayang, akan memberikan hal baik untuk qt...

😊

Dan yeah, dengan penuh perjuangan, rasanya bener-bener terobati pas Sentarou mencicipi selai kacang buatannya (dibantu si nenek Takeo tentunya), untuk pertama kali... 😊

Padahal sebenarnya, ternyata Sentarou nie gak sukak makanan manis.

En itu adalah pertama kalinya dia menghabiskan 1 buah dorayaki seumur hidupnya 🀣

Setelah selai kacang dorayaki berganti selai  kacang resep nenek Takeo, toko dorayaki Sentarou mendadak laris manis 😍

Pembeli slalu antri sebelum toko buka.

En dorayaki slalu habis sebelum jam tutup toko 😊

Hubungan Sentarou en nenek Takeo, mulai akrab 😊

Mereka kadang saling curhat juga selama menunggu masaknya selai kacang 😊

Dan si nenek Takeo, akhirnya diperbolehkan Sentarou untuk ikut melayani pembeli di toko 😊

Suatu hari, si pemilik toko dorayaki, datang menemui Sentarou.

Ternyata eh, nie toko dorayaki, bukan punya Sentarou. Sentarou cuma disuruh menjalankannya aja.

Sentarou berhutang banyak ke pemilik toko.

Balasannya, ya dia harus bayar dengan menjalankan toko dorayaki tu...

Si pemilik toko nie, rada nyebelin.

Dia gak sukak nenek Takeo kerja di tokonya. Coz nenek Takeo ternyata pasien penyakit Kusta/Lepra.

Dan ini adalah salah satu penyakit menular...

Meskipun, kasus zaman now, q rasa udah jarang ditemukan.

Kusta/Lepra, adalah salah satu wabah penyakit yang in di tahun 1940an, atau bahkan sebelumnya.

Dianggap sangat berbahaya, sampe pasiennya harus diisolasi. Mungkin mirip dengan sakit covid di zaman now ini...

Dan nenek Takeo, ternyata selama ini tinggal di sanatorium untuk pasien-pasien penyakit kusta πŸ₯Ί

Awalnya si Sentarou ragu. Antara mau berhentikan si nenek Takeo, ato teruskan nenek Takeo untuk jadi karyawannya...

Dia sampe stres berat...

Di satu sisi, dia mulai akrab dengan si nenek Takeo...

Di satu sisi, dia ingat pesan si pemilik toko. Jika orang-orang sampe tahu kalo ada pasien penyakit menular di toko, maka gak da yang bakal mau beli kue dorayakinya lagi πŸ₯Ί

Tapi melihat nenek Takeo yang bekerja keras di toko, Sentarou akhirnya memilih untuk tetap mempekerjakan nenek Takeo.

Hubungan mereka juga makin akrab 😊

Nenek Takeo bahkan merajut wol duduk untuk Sentarou en pelanggan di toko 😊

Pada hari ke-empat nenek Takeo bekerja di toko dorayaki, tiba-tiba tak ada satupun pembeli yang datang...

Rumor nenek Takeo adalah pasien penyakit kusta yang menular, sudah tersebar...

Betapa mengerikan dan kezamnya sebuah rumor...

Dalam sekejap, bisa membalik keadaan 😭

Merasa tak nyaman, Sentarou meminta nenek Takeo untuk sementara 'cuti'-kalo gak mau dibilang dipecat 😭

Dan nenek Takeo paham...

Q pikir, Sentarou bakal marah ke nenek Takeo.

Tapi ternyata tidak...

Saat uring-uringan karena toko gak da pembeli, Sentarou tiba-tiba menerima sebuah surat dari pak pos...

Hmmmmmm, hare gene, masih ada surat-suratan 😁

Ternyata surat tu, dari nenek Takeo πŸ₯Ί

Nenek Takeo mengkhawatirkan keadaan  Sentarou πŸ₯Ί

Selama mereka bekerja sama, tentu ada ikatan batin antar mereka.

Please, jangan mikir macam-macam yak... πŸ™„

Nie ikatan batin seperti ibu dan anak.

Sentarou slalu berwajah muram dan jarang bicara.

Tapi dia bisa banyak bicara, bahkan tersenyum jika berbincang-bincang dengan nenek Takeo πŸ₯Ί

Kisah hidup Sentarou, gak mudah. Dia punya hutang banyak, hingga hidupnya ditekan si pembayar hutang-hutangnya, yaitu pemilik toko dorayaki.

Makanya dia berwajah muram durjana... He

Masih ingat dengan Mayaka? Siswi pendiam, salah satu pelanggan toko dorayaki Sentarou?

Yeah, sebenarnya, dia anak baik.

Tapi kesalahan utama dia, dia ceritakan tentang penyakit kusta nenek Takeo ke ibunya yang suka mabuk...

Mungkin, tanpa sengaja, ibunya bocorin en bagi-bagi rumornya...

Yeah, Mayaka jadi merasa bersalah...

Begitupun Sentarou...

πŸ˜”

Akhirnya, Sentarou dan Mayaka, mutusin tuk menjenguk nenek Takeo.

Saat memasuki daerah sanatorium pasien penyakit kusta, mereka kek agak takut- takut gitu.

Wajar aja sih...

Daerah itu sangat terpencil. Harus lewatin hutan dulu, baru nemu tu sanatorium.

Tapi hutannya sebenarnya sangat indah. Sangat alami gitu... πŸ₯°

Masih sangat fresh...

Qt bisa mendengar suara kicau burung, percikan air yang mengalir, bahkan suara daun- daun yang bergesakan karena tiupan angin πŸ₯°

Soooooo adeeemmm... 😍😍😍

Sentarou en Mayaka, kek terkesima gitu πŸ˜…

Tapi terkadang, Sentarou en Mayaka, masih mikirin pasien-pasien penyakit kusta yang bakal mereka temuin...

Yang katanya, mereka kehilangan jari en hidung karena penyakitnya... 😱

Sesampainya mereka di sanatorium, ternyata tempat itu sangatlah bagus.

Gak mirip kek penjara bagi orang sakit πŸ˜…

Lebih mirip seperti panti jompo, tepatnya πŸ˜…

Malah dari jauh, udah terdengar suara tawa-tawa dari pasien-pasien di sana yang justru terdengar kalo mereka sangat bahagia πŸ₯Ί

En wajah mereka???

Mereka masih punya hidung semua koq πŸ˜…

Meskipun jari-jari mereka sudah gak bisa digunakan karena bengkok dan kaku, tapi jumlahnya masih lengkap aja. Gak da yang hilang seperti gosip-gosip yang beredar πŸ˜…

Rumah sanatorium itu sangat asri πŸ₯°

Tamannya luas. Dan banyak tanaman bunganya πŸ₯°

Di dalam rumah pun, banyak rangkaian bunga-bunga dalam vas. Ini adalah hasil kerja para pasien yang tinggal di sana... πŸ₯°

Jadi bayangan sanatorium yang syerem kek cerita-cerita sanatorium penyakit TBC di zaman dolo, itu sama sekali gak bener...

Seperti yang aq bilang tadi, nie sanatorium lebih mirip seperti panti jompo yang tertata rapi 😊

Karena penyakit kusta, bisa dibilang sudah penyakit langka di zaman now, makanya pasien-pasien yang tinggal di sana, rata-rata sudah kakek nenek...

Jika berjodoh, mereka ada yang menikah satu sama lain...

Atau, memilih untuk tetap sendiri sampai meninggal πŸ˜”

Yeah, beginilah nasib pasien-pasien penyakit menular. Mereka diisolasi dari dunia luar...

Bahkan nenek Takeo pernah cerita, dia tak pernah membayangkan bakal bisa keluar dari gerbang sanatorium seumur hidupnya...

Inilah yang tidak diketahui orang-orang, bahkan hingga kini...

Penyakit Kusta memang menular. Tapi sekarang obatnya sudah ditemukan...

Mereka yang sakit kusta, semua sudah sembuh, dan tidak akan menularkan penyakitnya lagi...

Bahkan, penyakit kusta sudah jadi penyakit langka sekarang. Kasus pasien sakit kusta, hampir bisa dibilang sudah tidak ditemukan lagi...

Soooooo, kenapa qt masih menjauhi mereka???

Kenapa qt masih mengucilkan mereka???

Kenapa qt masih menganggap mereka seperti sesuatu yang mengerikan???

Sedih bgt... 😭😭😭

Mendengar kisah nenek Takeo, yang merasakan rasanya hidup terkucil, bahkan sejak dari sekitar seumuran Mayaka, siswa smp berumur 16 tahun 😭😭😭

Itulah kenapa nenek Takeo, sangat bahagia melihat bunga sakura di sepanjang jalan kota, karena itulah hal yang dulu sangat sulit untuk dia lihat... 😭😭😭

Nenek Takeo bahkan maksa pengen jadi karyawan paruh waktu ala anak-anak muda.

Masa yang telat, tapi akhirnya impiannya tercapai... 😊😊😊

Walaupun di akhirnya cerita, ada kenapanya, kenapa nenek Takeo memilih untuk kerja paruh waktu di toko dorayaki Sentarou πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

Cerita nenek Takeo, membuat sedih Sentarou dan Mayaka.

Bahkan Sentarou, sampe menangis...

Yeah, Sentarou teringat akan kisah hidupnya sendiri.

Ia pernah dipenjara, karena tak sengaja mencelakakan orang yang berkelahi di pub tempat dia bekerja. Niatnya mau lerai, malah bikin masalah...

Dan saat ia keluar dari penjara, ibunya sudah meninggal...

Hidup Sentarou hampa dan kosong.

Dia juga merasakan rasanya dijauhi orang-orang...

Itulah kenapa dia menangis, karena dia bisa merasakan penderitaan nenek Takeo 😭😭😭

Poor Sentarou 😭😭😭

Nenek Takeo salah satu yang menikah dengan sesama pasien kusta di sanatorium.

Ia pernah hamil. Tapi bagi mereka misua istri yang berpenyakit kusta, akan berbahaya jika punya baby. Akhirnya, bayinya digugurkan 😭😭😭 Dan ia dilarang hamil...

Sedih bgtttsss!!!

😭😭😭

Kata nenek Takeo, jika anaknya berhasil lahir, mungkin dia seumuran dengan Sentarou πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

Mayaka, sebenarnya adalah anak yang sudah sekolah di sma. Tapi dia slalu memakai seragam sekolah smp, karena aslinya dia gak mau melanjutkan sekolah ke sma...

Ia adalah anak introvert....

Di rumah, Mayaka punya ibu, tapi tak dekat dengan ibunya yang kek-nya suka minum en gonta ganti pacar...

Di sekolah, Mayaka punya teman sekolah, tapi gak ada satupun teman dekatnya, kecuali teman satu klub-nya dulu di smp, anak penjual warung makan tempura, dan kek-nya mereka saling menyukai.

Mereka bertiga, adalah 3 generasi yang kesepian...

Mereka bertiga, pernah merasakan rasanya dijauhi...

Dan mereka bertiga, bertemu dalam kesendirian...

Film ini menunjukkan, bahwa mereka yang pernah berada dalam posisi 'dipaksa' sendiri, sebenarnya tetaplah manusia yang sejatinya adalah manusia yang punya naluri ingin bersosialisasi...

Tak pernah ada manusia manapun yang ingin hidup sendiri di dunia ini...

Tidak mereka yang punya penyakit menular...

Tidak mereka yang mantan narapidana...

Tidak mereka yang punya keluarga broken home...

Mereka semua adalah manusia yang sama seperti manusia lainnya...

Ingin HIDUP NORMAL...

Intropeksi untuk diri qt sendiri...

Dalam kehidupan qt, sudahkan qt memperlakukan manusia lain, seperti layaknya MANUSIA SESUNGGUHNYA???

Di akhir cerita,

Nenek Takeo meninggal karena sakit radang paru-paru 😭😭😭

Ia mewariskan peralatan masaknya yang berukirkan namanya, ke Sentarou.

Dan berpesan, bangkitlah untuk membuka lembaran baru...

Masa lalu tak bisa dihilangkan, dan tak mudah dilupakan...

Tapi masa depan, akan slalu ada untuk digapai...

Sentarou membuka jualan dorayaki-nya sendiri.

Ia keluar dari toko, dan buka jualannya sendiri di pinggir taman sakura, tempat orang banyak berkumpul menyaksikan sakura bermekaran 😊

Dan jualannya???

Yeah, ia berhasil membuat selai kacang ala nenek Takeo 😊

Selai kacang ini, tetap jadi selai kacang terenak yang disukai pembeli 😊

Wakana kurasa, akhirnya memutuskan untuk bersekolah lagi, sekolah di sma...

Memang tak banyak kisah tentang Wakana yang diceritakan di film ini.

Meskipun begitu, Wakana juga salah satu tokoh penting, penyambung antara nenek Takeo dengan Sentarou 😊

Film ini diangkat dari novel berjudul AN karangan Tetsuya Akikawa.

Mungkin kisah hidup mereka bertiga, bakal lebih lengkap di novel.

Aq jadi pengen baca novel-nya dech...

Akhir kata, nie film, aq rekomendasiin bgt buat ditonton...

Sebagai refleksi dalam hidup qt...

Bahwa qt semua adalah sama, sama-sama MANUSIA...

PS:

Penasaran, aq buka tentang SWEET BEAN di Asianwiki...

Ternyata eh ternyata, nenek Takeo yang diperankan oleh Kirin Kiki, adalah artis terkenal yang bahkan sudah maen film dari tahun 1960an 😱

Suaminya juga adalah aktor terkenal... πŸ˜…

Ia punya 1 anak perempuan yang juga jadi artis πŸ˜…

Anaknya menikah dengan aktor yang juga terkenal πŸ˜…

Dan pemeran Wakana, bernama asli Kyara Uchida (please, ini bukan nama Klan 🀣)

Tak lain tak bukan, adalah cucu Kirin Kiki si pemeran nenek Takeo πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Sayangnya, nenek Takeo, alias Kirin Kiki, sudah meninggal di tahun 2018 lalu πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”

Dan Wakana alias Kyara Uchida, sepertinya tidak bisa mengikuti jejak karir neneknya di dunia acting.

Karena hanya sedikit film yang dibintangi Kyara Uchida.

Berbeda dengan nenek, kakek, ibu dan ayahnya yang bisa dibilang sangat terkenal...

Well, setiap manusia punya pilihan kan? πŸ˜‰

Tidak ada komentar:

Posting Komentar