my BloG

met Datang di bloG q yaCH
ini bloG khusus fans film&dorama AsiA
so, bagi yg mO gabung...
silahkaNNN...v(^-^)v

Sabtu, 04 Mei 2019

REUNI

Saat masa lalu, kembali terkenang
Saat masa kini, menjadi pameran
Saat masa depan, jadi dilema

Mimpi-mimpi dulu, terjawab sudah
Harapan-harapan, yang tak slalu terwujud

Ada cerita cinta, yang jadi kenangan
Ada cerita cinta, yang kembali terajut

Ada kebahagiaan, yang menjadikan rasa iri
Ada kesedihan, yang menghilangkan wujud

Masa lalu, penuh dengan impian
Masa kini, inilah kenyataan
Masa depan, akan slalu ada dalam doa

Reuni...

Senin, 21 Januari 2019

FILM TERIMA KASIH CINTA

Komen pertama setelah menonton film ini, adalah komen STD setiap kali menonton film yang diangkat dari novel. Yeah, always beda dengan novelnya...
Well, bukan gak menghargai semua yang hadir dalam pembuatan filmnya. Hanya saja, lumayan kecewa, karena pesan terpenting dari bukunya, saya rasa, tidak tersampaikan...

Diangkat dari kisah nyata. Film yang mengisahkan tentang tokoh utama yang menderita penyakit LUPUS, tapi justru lebih mengedepankan kisah cinta ala-ala remaja. Yeah, memang lebih menjual. Gak salah soal itu. Hanya saja, ini kisah nyata. Novelnya dibuat, untuk menceritakan kisah perjuangan seorang remaja yang bertahan hidup dengan penyakit lupus yang sampai detik ini, belum ada obatnya... Yang ada, hanya obat-obatan yang menahan penyakitnya agar tidak mengganas. Ibarat seperti memperpanjang masa hidup. Meskipun umur manusia, tetap hak Pencipta. Dan pada akhirnya, si tokoh utama meninggal dunia tahun 2014 kemaren, di usia 38 tahun...

Novel dibuat, selain menceritakan kisah hidup Eva yang menderita lupus sejak di bangku SMA, sejatinya bisa mengedukasi apa itu Lupus. Bagaimana bisa terjadi, apa yang harus dilakukan setelah didiagnosa, obat-obat apa yang harus diminum, dan yang terpenting adalah bagaimana bisa hidup berdamai dan berdampingan dengan Lupus... Seumur hidup...

Sayangnya, ini semua gak ada dalam film. Cuma kisah cinta ala AADC. Yg ngambek-ngambek stumat, kemudian mendadak super romantis versi drakor...

Gak menarik? Yeah, sebetulnya lumayan, andaikata gak diangkat dari novel. Karena mungkin memang sejak awal, film ini dibuat untuk tema cinta remaja yang didomplengin penyakit Lupus. Dah, gitu aja...
Penyakit Lupus cuma sebagai bumbu. Gak ada hubungannya dengan kisah penyakit Lupus itu sendiri...

Maybe next, suatu saat akan ada sutradara en penulis skenario yang benar-benar mengangkat kisah penyakit Lupus. Sebagai edukasi, bahwa di dunia ini, ada penyakit yang disebabkan oleh imun yang menyerang  tubuh sendiri (bukan virus atau bakteri). Yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Yang banyak mengambil korban jiwa. Yang menyerang bukan hanya fisik, tapi mental. Yang menghabiskan banyak biaya obat dan tes lab. Dan sampe sekarang, belum ditemukan penyebab dan obat untuk menyembuhkannya...

LUPUS adalah salah satu dari penyakit AUTOIMUN. Dan masih banyak lagi jenis-jenis penyakit Autoimun lain yang tak terdeteksi internet kisah hidup penderitanya, tapi mampu melenyapkan jiwa-jiwa dalam waktu singkat...

TERIMA KASIH, CINTA...