Barusan nonton film ASSALAMU’ALAIKUM BEIJING. Kenapa baru sekarang? Ya, karena baru ada kesempatan aja. Ntah kenapa dulu filmnya cepat turun layar di kota q. Mungkin kurang banyak promonya. Coz sepertinya zamannya belum bnyak nobar dengan artisnya… hehehe
Klo untuk nulis synopsis, aq rasa udah banyak yang nulis jika mau browsing. Mungkin ini cuma sekedar tulisan aq aja, apa yang ingin q ceritakan dari pikiran q, saat en setelah menontonnya… Jujur, aq belum membaca novelnya. Aq suka tulisan2 Asma Nadia. Tpi kebetulan mata q harus di’hemat’ untuk membaca tulisan yang banyak. So, aq memilih menonton filmnya saja. Walopun tentu pasti akan banyak perbedaan, en biasanya lebih afdhol kisah di novel. Tapi lupakan itu sejenak. Qt harus hargai mereka yang membuat film. Yang bagi q, filmnya sangat bagus sekali. Digarap serius. Pengambilan actor & artis Indonesia dan luar negeri yang cucok dalam perannya. Syalut untuk sutradaranya. Pemain pendukung pun dapat porsi yang OK. Aktris yang gak qt kenal pun, actingnya mantep. Jadilah semua karakter, punya kelebihan sendiri, tak hanya sekedar jadi pendukung tokoh utamanya saja. Sama seperti film Guntur yang lain. Tapi nantilah qt bahas untuk film2nya yang lain. Kembali ke film ASSALAMU’ALAIKUM BEIJING dulu yooo…
Awal kisah, aq sedikit aneh dengan peran Revalina yang ‘agak’ kurang dominan. Kalah dengan peran LCB yang sebetulnya bukan tokoh utama. Tapi ya, mungkin akan lebih diresapi dari novel ya, untuk mendapatkan gambaran rasa sakitnya patah hati. Patah hati aja, udah buat ruar biasa sakit. Apalagi, sampe gagal merit… hiks… Tapi ya, durasi film ngaruh kan? Untuk seorang Asmara (peran Revalina), dia adalah seorang wanita dewasa yang mandiri. Cara menanggapi rasa sakit hatinya, gak perlu banyak scene. Cukup dengan lebih ke memendam sedalam2nya, dan menampakkan wajah dingin yang seolah2 tegar, padahal mungkin rapuh…
Seru rasanya, film yang diperankan dengan dingin, ditemani suasana easy going dari rekannya. Melihat pasangan LCB & Desta, koq cucok gitu ya. LCB bisa bermain apik sebagai istri ceria yang punya suami yang agak kaku, tapi dewasa dan baik. Desta? Kaku dan dewasa? Gak dia bgt yach. Tapi dia cucok loh. Perannya seperti akhi2 beneran. Dengan gaya tenang dan berjanggut, hohoho… En si istri yang agak childish nie, pas bgt dibawakan LCB. Sebagai sahabat Asmara, Sekar (peran LCB) yg notabene adalah penggemar drama2 korea, sering membawa2 kisah romantic dari drama korea favoritnya ke dalam kehidupan impiannya. Karena aslinya, ia dan misuanya biasa2 aja. Meskipun begitu, mereka tetap pasangan yang serasi loh, uhuuuyyy…
Bagaimana dengan tokoh utama cowoknya? Morgan Oey. Pertanyaan pertama, kenapa dia??? Gak ada yang salah sih sama dia. Cucok bgt laaahhh jadi orang cina. Secara juga emang keturunan cina. Masalahnya cuma, kenapa gak ambil pemain yang beneran beragama Islam? Karena dalam kisah, akan ada adegan sholat, dll. Sampe aq pertanyakan sendiri kepada Asma Nadia lewat twitter. Jawabannya, selain karena Asma Nadia sendiri adalah penggemar Morgan, ia syalut dengan Morgan yang sungguh2 totalitas memerankan karakter dalam sebuah film. En memang benar sekali. Ntah kenapa, untuk saya yang bukan fans berat Morgan-saat masih dalam boyband (secara, umur juga udah gak dukung buat heboh liat cowok ganteng, haha) tapi setelah liat actingnya, koq aq jadi klepek2 liatnya sekarang ya??? wkwkwk…
Seorang Tour Guide. Cucoklah Morgan nie untuk perankan guide yang sopan & ramah. Terlepas dia emang dari awal mungkin udah ada rasa sama Asma (panggilan Asmara), sebagai Tour Guide, penting baginya untuk menghadirkan sosok yang bisa membuat tamunya terkesan. Kenapa? Ya karena dia membawa nama negaranya kan? “Kesan pertama, begitu menggoda…” Gitulah, jiplak iklan dolo, he… Memang banyak cerita miring soal Tour Guide yang ‘asli’. Tapi ya, qt husnudzon sajalah ya. Kesampingkan dulu lanjutan si iklan, “Selanjutnya, terserah anda…” hehehe
Asik rasanya menikmati kebersamaan seorang traveler dengan Tour Guide-nya. Ada yang pernah bilang kepada q, “Jika mau tahu, bagaimana sifat & karakter orang itu sesungguhnya, lakukanlah perjalanan bersamanya. Berapa hari saja. Semua akan terlihat. Bisa jadi qt berteman bertahun-tahun. Tapi sebetulnya, qt tak akan bisa benar2 tahu tentangnya. Jalan bersamalah yang lebih memperlihatkan kenyataannya. Satu hari penuh saja, bisa membuktikannya…” Mau coba???
Selebihnya, aq gak perlu menceritakan detail alur ceritanya. Ceritanya sebenarnya sederhana. Bukan juga yang perlu suatu klimaks ruar biasa. En akhir ceritanya pun bisa diperkirakan. Tapi kelebihan tentu pada acting pemain2nya yang mendalam. PAS tiap porsinya. Nampak real, tidak seperti menonton film. Hehe… Untuk pemandangan en pengambilan gambarnya? Te O Pe Be Ge Te dach…
Sempat terpikir, kenapa tidak mengambil tokoh utama yang beneran berjilbab di kehidupan nyata? Hmmm, agak sulit sepertinya. Karena harus ada adegan2 yang menunjukkan kasih sayang & cinta dengan lawan jenis. Tentu bukan yang vulgar yaaa. Pegangan tangan gitu laaahhh… Tetap aja itu gak enak jika dilakukan mereka yang paham betul dilarangnya berpegangan tangan dengan bukan mahramnya, en jadi dilemma dengan profesionalisme sebagai aktris. Klo gak ada adegan pegangan tangan, aneh juga eh filmnya. Yang penting pegangannya gak nafsuan, hahaha
Sekian cerita dari q tentang film ASSALAMU’ALAIKUM BEIJING. Semoga kelak ada kesempatan membaca novelnya… Yang belum nonton, nonton yach. Ini romantic yang co co cuit loh. Gak kalah sama drama2 korea sukaannya Sekar





