my BloG

met Datang di bloG q yaCH
ini bloG khusus fans film&dorama AsiA
so, bagi yg mO gabung...
silahkaNNN...v(^-^)v

Rabu, 21 Maret 2018

Perdebatan penggunaan kata negatif JANGAN en kata positif PENGGANTI JANGAN

Saya bukan orang tua. Belum maksudnya, he. En sebetulnya bukan ahlinya untuk bla2 soal ini. Ini hanya berdasarkan pengamatan sekitar aja. Dimana saya dibesarkan oleh keluarga en melihat saudara2 saya yang kini sudah memiliki keluarga sendiri...

Sebagian berprinsip, penggunaan kata JANGAN, bermakna negatif. Yang hanya membuat anak jadi penasaran, en malah cenderung melakukan. Atau malah bisa berakibat buruk karena kata negatif yang terus ada dibenaknya... Karenanya, sebagian percaya dengan penggunaan kata pengganti. Misalnya, "Jangan naik ke atas meja". Menjadi, " Meja digunakan untuk apa?"
Sebagian lagi, dengan prinsip 'Semua perkataan adalah doa', maka klo ad yang bilang, " Jangan naik2, nanti jatuh", ibarat justru mendoakan supaya jatuh...

Saya dibesarkan dalam keluarga yang biasa2 saja. Bukan berarti juga orang tua saya selalu benar. Tapi saya belajar dari pengalaman dibesarkan dalam keluarga, en pengalaman dari kehidupan di luar setelah saya sekolah dan dewasa. Tentu saya gak bisa menyamakan pola hidup saya dengan kehidupan orang lain di luar sana. Semua punya cara hidup en pandang yang berbeda2. Justru karena berbeda itulah, segala hal2 yang disebutkan di atas, tidak bisa disamaratakan...

Saya lebih setuju dengan pola sederhana. Dengan menggunakan segala ucapan, pada porsinya. Gak pake ribet. Gosah heboh seminar parenting2an. Bukan berarti gak perlu. Kembali ke kebutuhan masing2 aja. Misal anak qt biasa2 saja, ya besarkanlah dengan biasa2 saja. Tentu berbeda kalo anak memiliki hal special. Akan memerlukan hal yang special juga. Pada akhirnya, kembali ke masing2 keluarga...

Kembali lagi ke masalah kata2 negatif & positif. Saya lebih cenderung ke hal sederhana, pemikiran kenapa ada kata negatif di dunia ini? Karena pasangan positif adalah negatif. Bukan berarti harus melakukan hal negatif. Tapi pasti ada sebabnya, kenapa negatif menjadi pasangan positif. Bagi saya, itu sebagai bahan perbandingan. Agar menjadi alasan, kenapa hal negatif sebaiknya JANGAN dilakukan. Kenapa perlu alasan?  Kembali ke diri qt sendiri. Qt pun akan lebih mudah menerima sesuatu, jika tahu alasannya, kan?

Misal, "Jangan pacaran!!!" Bagi saya, penggunaan kata 'jangan' disini, penting. Tapi, berikan juga penambahan alasannya. Supaya anak paham. Gak bisa dipungkiri, masa puber, murni terjadi pada setiap manusia. Dan itu adalah fitrah, pasti terjadi. Yang penting, bagaimana memberikan pemahaman en pengertian bagaimana menghadapi dan menjalaninya secara positif...

Atau, "Jangan menonton terus, nanti matanya bisa sakit". Sebagian menganggap, seperti mendokan supaya matanya sakit. Tapi bagi saya, itu lebih baik. Supaya anak paham, kenapa jangan menonton terus. Toh bukan tidak boleh menonton sama sekali. Itu bukan hal yang dilarang secara mutlak, sepanjang tontonan itu memang baik untuk anak. Tapi ada alasannya, kenapa dilarang... Saya pun dibesarkan dengan boleh menonton sewaktu kecil. Tapi tidak menjadikan saya gila menonton. Saya pun akhirnya paham, saat dibilang, " Menonton terus bisa membuat mata sakit". En setelahnya, tanpa disuruh, saya berhenti sendiri menonton karena memang mata saya menjadi sakit setelah kebanyakan menonton...

Jadi dalam pikiran saya, yang penting pemahamannya kepada anak. Dan sekali lagi, semua anak, berbeda. Semua keluarga, berbeda. Semua punya cara masing2 dalam menjalani hidup. Segala mentoring2, itu hanya berbagi trik. Siapa tahu bisa membantu, jika ada yang membutuhkan. Tapi bukan menjadi patokan keharusan. Kembali ke masing2 individu & keluarga...

Yang penting, jangan lupa slalu berdoa. Mohon slalu petunjuk & perlindungan kepada Pemilik qt semua... En kepada semua orang tua, dimulailah dari diri sendiri, karena orang tualah yang ditiru anak pertama kali. Sekali anak merasa kecewa karena dibohongi, akan menjadi adanya kemungkinan orang tua balik kecewa karena dibohongi anak... Wallahualam

PS:
Ini murni hanya bagian dari pemikiran pribadi... Mohon maaf jika berbeda pendapat ;-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar